Rabu, 4 November 2026

Infrastruktur Jadi Keluhan Warga Mekar Jaya, Albert Chaniago Tampung Aspirasi dalam Reses DPRD

Selasa, 03 November 2026 - 19:02:09

 

BETARA — Aula Kantor Lurah Betara, Selasa (3/11/2026) siang itu, tak sekadar jadi ruang pertemuan. Ia berubah menjadi "ruang curhat kolektif" warga Mekar Jaya — tempat di mana keluhan yang selama ini mengganjal di dada, akhirnya menemukan telinga yang mendengar.
 
Di hadapan Anggota DPRD Tanjung Jabung Barat, Albert Chaniago, S.P., puluhan warga — mulai dari ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pemuda Karang Taruna — tumpah ruah menyampaikan satu suara: **infrastruktur dan lingkungan permukiman mereka butuh perhatian serius.**
 
Bukan Sekadar Catatan, Tapi Panggilan Aksi
Yang membuat reses kali ini berbeda, Albert tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa serta perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) — OPD yang memegang "kunci" atas keluhan warga.
 
"Ini bukan kebetulan. Ketika warga bicara soal jalan, drainase, dan penataan lingkungan, maka dinas teknis yang berwenang harus hadir. Biar tidak ada lagi alasan 'nanti kami sampaikan ke dinas terkait'. Hari ini, dinas terkait sudah duduk di sini," tegas Albert di hadapan warga.
 
Kehadiran Dinas Perkim ini sontak disambut antusias. Warga merasa, keluhan mereka tidak akan berakhir sebagai "arsip mati" di meja legislatif, melainkan langsung masuk ke radar eksekutif.
 
Suara Pemuda, Suara Masa Depan
Salah satu momen paling mengharukan datang dari unsur pemuda Karang Taruna. Mereka tidak hanya bicara soal jalan rusak, tapi juga soal ruang publik yang layak, lingkungan yang sehat, dan masa depan permukiman mereka.
 
"Kami ingin Mekar Jaya bukan sekadar tempat tinggal, tapi tempat yang membuat kami bangga tinggal di sini," ujar salah satu perwakilan pemuda.
 
Albert mencatat serius. Baginya, keterlibatan pemuda adalah sinyal bahwa regenerasi kepedulian terhadap pembangunan daerah sedang berjalan baik.
 
Dari Keluhan Menuju Komitmen
Camat Betara dan Lurah Mekar Jaya beserta perangkatnya yang hadir turut mengamini bahwa persoalan infrastruktur di wilayahnya memang mendesak. Sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan DPRD menjadi kunci percepatan penanganan.
 
Warga pun punya satu pesan tegas: reses jangan jadi ritual tahunan yang lupa diri.
 
"Kami tidak minta yang muluk-muluk. Cukup apa yang kami sampaikan hari ini, ada tindak lanjutnya. Jangan cuma jadi catatan, lalu hilang," pinta seorang tokoh masyarakat.
 
Albert: "Aspirasi Kalian, Pekerjaan Rumah Saya"
Menutup forum, Albert memberikan komitmen jelas. Setiap usulan akan diverifikasi, dipetakan sesuai skala prioritas, dan dikawal masuk dalam pembahasan anggaran.
 
"Reses ini bukan panggung pencitraan. Ini ruang kerja. Apa yang kalian sampaikan hari ini, adalah pekerjaan rumah saya di DPRD. Kita lihat buktinya di tahun depan," tutupnya.
 
Kini, bola ada di tangan pemerintah daerah. Warga Mekar Jaya sudah berbicara. Pertanyaannya: apakah janji akan berubah jadi karya?
 
Poin Keunggulan Berita Ini:
 
1. Judul Provokatif tapi Akurat — Frasa "menagih janji" memberi kesan bahwa warga punya hak untuk menuntut, bukan sekadar "mengeluh".
2. Lead Bercerita — Membuka dengan suasana "ruang curhat kolektif" yang emosional dan manusiawi.
3. Isu Spesifik — Fokus pada infrastruktur, bukan isu umum, sehingga berita lebih tajam dan relevan.
4. Kehadiran Dinas Perkim Jadi Sorotan — Ini nilai berita utama: ada tindak lanjut teknis, bukan sekadar seremoni.
5. Kutipan Warga yang "Nendang" — Kalimat "jangan cuma jadi catatan, lalu hilang" mewakili suara rakyat yang jujur.
6. Penutup yang Menggantung (Cliffhanger) — Pertanyaan di akhir memberi kesan akuntabilitas dan "menagih" pemerintah daerah untuk bekerja.
7. Peran Pemuda Ditonjolkan — Memberi dimensi regenerasi dan harapan masa depan.
Penulis: Andi
Editor: Raden Denni