Selasa, 2 Juni 2026

Wabup Katamso Pimpin Upacara 1 Juni: “Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, Tapi Fondasi Perdamaian Dunia

Senin, 01 Juni 2026 - 12:57:20

 

TANJAB BARAT – Alun-Alun Kota Kuala Tungkal tampak khidmat dan berwarna-warni pada Senin pagi (1/6/2026). Ribuan elemen masyarakat, mulai dari ASN, TNI-Polri, pelajar, hingga tokoh organisasi kemasyarakatan, berkumpul untuk memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
 
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Katamso mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak hanya menghafal sila-sila Pancasila, tetapi mengalaminya dalam setiap tindak-tanduk kehidupan bermasyarakat.
 
Tema Global, Aksi Lokal
 
Peringatan tahun ini mengusung tema yang sangat relevan dengan dinamika dunia saat ini: “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
 
“Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, dari konflik antarbangsa hingga disintegrasi sosial di tingkat lokal, Pancasila hadir bukan hanya sebagai identitas nasional, tetapi sebagai solusi. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan adalah fondasi kokoh bagi perdamaian, baik di Tanjab Barat maupun di panggung dunia,” ujar Wabup Katamso dalam amanatnya.
 
Ia menekankan bahwa Pancasila harus menjadi "kompas moral" dalam menyelesaikan setiap perbedaan pendapat, konflik sosial, atau persaingan politik di daerah. "Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita. Jadikan Pancasila sebagai alat pemersatu, bukan pembeda," tegasnya.
 
Peserta Upacara Cerminan Bhinneka Tunggal Ika
 
Suasana upacara semakin bermakna dengan kehadiran peserta yang sangat beragam. Unsur Forkopimda Kabupaten Tanjab Barat hadir lengkap, didampingi Sekretaris Daerah, anggota DPRD, para Asisten Setda, Kepala OPD, Camat Tungkal Ilir, serta pimpinan organisasi wanita seperti Ketua GOW dan Persit Kartika Chandra Kirana.
 
Tak ketinggalan, ratusan pelajar dari berbagai sekolah, perwakilan BUMD, LSM, organisasi kepemudaan, dan tokoh agama turut berpartisipasi. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa Pancasila hidup dan dipraktikkan oleh semua golongan tanpa memandang latar belakang.
 
Refleksi di Tengah Perubahan Zaman
 
Wabup Katamso juga menyoroti pentingnya adaptasi nilai Pancasila di era digital. Ia mengingatkan generasi muda untuk menggunakan media sosial secara bijak, menyebarkan konten yang mempersatukan, dan melawan hoaks serta ujaran kebencian yang dapat merusak kerukunan bangsa.
 
“Pancasila di era 2026 harus diterjemahkan dalam aksi nyata: toleransi antarumat beragama, gotong royong membangun desa, kejujuran dalam berbisnis, dan kepedulian terhadap sesama. Itu adalah wujud konkret kita mengamalkan Pancasila,” tambahnya.
 
Upacara ditutup dengan pengibaran bendera Merah Putih, penghormatan kepada arwah pahlawan, dan doa bersama untuk kedamaian Indonesia. Dengan semangat baru ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berkomitmen untuk terus menjadikan Pancasila sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan pembangunan dan pelayanan publik.
 
Penulis: Andi
Editor: Raden Denni