Selasa, 26 Mei 2026

Kapolres dan Bupati Turun Langsung Sisir Arus Sungai Pengabuan demi Temukan 2 Korban Hilang

Senin, 25 Mei 2026 - 19:08:40

 

TANJUNG JABUNG BARAT – Hujan yang mengguyur Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada Senin (25/05/2026) siang tidak menyurutkan semangat tim SAR gabungan. Memasuki hari keenam pencarian dua korban hilang akibat runtuhnya dermaga penyeberangan di Dusun Sungai Limau, Desa Sungai Landak, jajaran pimpinan daerah justru turun langsung ke lapangan.
 
Bupati Tanjab Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama Kapolres Tanjab Barat, AKBP M. Kuswicaksono, SIK, MH, memimpin langsung operasi penyisiran menggunakan kapal patroli Dinas Perikanan. Aksi kepemimpinan ini menandakan tingginya prioritas pemerintah dan kepolisian dalam menyelesaikan misteri hilangnya Iyan (35) dan Nur Antoni alias Toni (42).
 
Operasi Besar-Besaran: Dari Kuala Tungkal hingga Senyerang
 
Operasi hari ini dimulai pukul 13.30 WIB dengan rute yang cukup panjang dan menantang. Tim berangkat dari Dermaga LLASDP Kuala Tungkal, menyusuri aliran Sungai Pengabuan melewati Desa Tanjung Sinjulang, Parit Pudin, Parit Bilal, Teluk Nilau, hingga kembali ke titik kejadian di Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang.
 
Kasi Humas Polres Tanjab Barat, Ipda Ucen, menjelaskan bahwa strategi pencarian hari ini dibagi menjadi tiga sektor kunci untuk memaksimalkan cakupan area:
 
1.  Sektor Utama (Jalur Air): Dipimpin langsung oleh Bupati dan Kapolres, tim menyisir jalur utama sungai menggunakan kapal dinas dan Polairud.
2.  Sektor Hulu: Tim khusus bergerak ke arah hulu Sungai Pengabuan hingga wilayah Desa Sungai Kepayang, mengantisipasi kemungkinan korban terseret arus kuat ke daerah atas.
3.  Sektor Titik Kejadian (Daratan/Selam): Sekitar 15 perahu pompong milik warga bersama personel Basarnas dan BPBD fokus di sekitar reruntuhan dermaga. Metode penyelaman manual dengan pengaman tali (safety harness) terus dilakukan di bawah pengawasan ketat, meski visibilitas air sangat buruk akibat lumpur dan hujan.
 
Melawan Cuaca Buruk, Harapan Tak Pernah Padam
 
Meski cuaca kurang bersahabat dengan hujan intermittens yang membuat permukaan sungai bergelombang dan licin, tim SAR tetap bertahan di lapangan. "Hujan memang menghambat, terutama bagi tim penyelam dan pengemudi perahu kecil. Namun, kami tidak bisa berhenti. Setiap jam berharga bagi keluarga yang menunggu," ujar salah satu koordinator lapangan.
 
Total aset yang dikerahkan hari ini meliputi:
*   1 Unit Kapal Patroli Dinas Perikanan (dipakai Pimpinan)
*   1 Unit Kapal Patroli Sat Polairud
*   Perahu Karet Basarnas & BPBD
*   15 Unit Perahu Pompong Warga
 
Imbauan Penting untuk Masyarakat
 
Pihak kepolisian melalui Ipda Ucen kembali mengimbau masyarakat yang bermukim atau beraktivitas di sepanjang bantaran Sungai Pengabuan—mulai dari Kuala Tungkal hingga Senyerang—untuk waspada.
 
"Jika Anda melihat benda mencurigakan, pakaian, atau tanda-tanda lain yang mengarah pada keberadaan korban, segera laporkan ke Polsek terdekat atau posko SAR. Jangan menyentuh atau memindahkan barang bukti jika ditemukan," tegasnya.
 
Hingga malam hari, pencarian masih berlanjut. Bupati Anwar Sadat menyatakan dukungannya penuh terhadap tim SAR dan berjanji akan terus mendampingi keluarga korban hingga proses pencarian dinyatakan selesai, baik dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat maupun meninggal dunia.
 
Solidaritas antara pemerintah, kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat Tanjab Barat menjadi sorotan utama dalam tragedi ini, menunjukkan bahwa nyawa warga adalah tanggung jawab bersama yang tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian.
 
Penulis: Andi
Editor: Raden Denni