Senin, 19 Oktober 2026

26 Ponpes Adu Prestasi di Hari Santri 2026, Bupati Anwar Sadat Tekankan "Kemenangan Sejati"

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:42:55

 

TANJUNG JABUNG BARAT – Suasana khidmat bercampur semangat kompetisi mewarnai Pondok Pesantren Al-Baqiyatush Shalihat, Kuala Tungkal, pada Sabtu (17/10/2026). Sebanyak 26 pondok pesantren dari seluruh penjuru Kabupaten Tanjung Jabung Barat turun ke lapangan, bukan untuk berperang, melainkan untuk mengasah intelektualitas dan fisik dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-12 Tahun 2026.
 
Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Tanjab Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah bukti nyata bahwa santri di "Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan" tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi keilmuan sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
 
Dari Kitab Kuning hingga Tarik Tambang
 
Uniknya, lomba kali ini menyajikan kombinasi menarik antara ketajaman intelektual dan kekuatan fisik. Para santri tidak hanya diuji kemampuannya dalam Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) atau membaca kitab kuning—sebuah tradisi klasik pesantren—tetapi juga bersaing dalam olahraga seperti tenis meja, lalaran, dan tarik tambang.
 
Kombinasi ini sengaja dirancang untuk menunjukkan wajah santri yang utuh: cerdas secara spiritual, tangkas secara fisik, dan solid dalam kebersamaan. Kehadiran perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Kuala Tungkal dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) semakin menegaskan dukungan penuh sektor swasta dan pemerintah terhadap ekosistem pendidikan pesantren.
 
Pesan Bupati: Sportivitas Adalah Kunci
 
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan pesan yang menyentuh hati para peserta. Ia mengingatkan bahwa esensi Hari Santri adalah mengenang jasa ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan. Namun, di era 2026 ini, tantangan berubah.
 
"Kita tidak hanya menguji ketangkasan atau wawasan keagamaan. Kita sedang mempererat tali silaturahmi," ujar Anwar Sadat di hadapan ratusan santri dan pengasuh ponpes.
 
Ia menekankan komitmen Pemkab Tanjab Barat untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama dan FKPP. "Pendidikan Islam adalah pilar utama SDM berkualitas. Kami ingin kurikulum daerah sejalan dengan pengembangan fasilitas pesantren," tegasnya.
 
Menutup sambutannya, Bupati memberikan definisi baru tentang kemenangan. "Berlombalah dengan jujur dan sportif. Ingatlah,kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menyerap hikmah dari setiap proses dan mempererat persaudaraan sesama santri."
 
Lebih dari Sekadar Piala
 
Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi generasi muda Tanjab Barat untuk mengembangkan potensi tanpa kehilangan jati diri. Dengan melibatkan 26 ponpes, acara ini berhasil menciptakan ruang dialog antar-santri yang selama ini mungkin terbatas pada lingkungan masing-masing.
 
Sebagai penutup, suasana di Al-Baqiyatush Shalihat hari itu membuktikan satu hal: Santri Tanjab Barat siap menghadapi masa depan dengan bekal iman, ilmu, dan persaudaraan yang kokoh. Selamat Hari Santri Nasional 2026!.
Penulis: Andi
Editor: Raden Denni