Jumat, 8 Mei 2026

Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Pemanfaatan Aset Negara di Hulu Migas

Kamis, 07 Mei 2026 - 14:40:36
Istimewa

Istimewa

 

Jambi — Kegiatan SELARAS MIGAS mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka memperkuat sinergi dan tata kelola pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) di sektor hulu minyak dan gas bumi. Kegiatan yang digagas oleh Pertamina EP Field Jambi dan PHE Jambi Merang ini diselenggarakan di Hotel BW Luxury Jambi, Rabu (6/5).
 
Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengelolaan aset negara yang tertib, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen bersama terhadap keselamatan operasi migas, perlindungan masyarakat, serta kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi.
 
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari sejumlah instansi kunci, di antaranya Wali Kota Jambi, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Wilayah Sumatera Bagian Selatan, KPKNL Jambi, Komando Resort Militer 042/Garuda Putih, Kejaksaan Tinggi Jambi serta perwakilan SKK Migas Sumbagsel. Peserta yang terlibat berasal dari unsur Forkopimca yang masuk dalam wilayah kerja PEP Field Jambi dan PHE Jambi Merang.
 
Sebagai bagian dari industri strategis nasional, kegiatan usaha hulu migas memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan energi serta mendukung penerimaan negara. Dalam operasionalnya, sektor ini memanfaatkan Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), termasuk PT Pertamina EP Field Jambi dan Pertamina Hulu Energi Jambi Merang, di bawah pengawasan SKK Migas.
 
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap pemanfaatan aset negara, termasuk aset di wilayah operasi Pertamina, muncul dinamika baru berupa permintaan penggunaan BMN untuk kepentingan publik. Namun demikian, pemanfaatan BMN harus tetap berada dalam koridor regulasi yang ketat, menjunjung prinsip tata kelola yang baik (good governance), aspek legalitas, serta tidak mengganggu keberlangsungan operasi hulu migas.
 
Melalui kegiatan SELARAS MIGAS ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam pemanfaatan BMN di lingkungan Pertamina. Forum ini tidak hanya menjadi ruang komunikasi, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan setiap pemanfaatan aset negara dilakukan secara tertib, aman, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengganggu keberlanjutan operasi hulu migas.
 
Pjs GM Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Tedjo Soemantri dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga tata kelola aset negara di sektor hulu migas.
 
“Industri hulu minyak dan gas bumi merupakan sektor strategis nasional yang berperan vital dalam menjaga ketahanan energi. Tidak hanya berorientasi pada pencapaian target produksi, sektor ini juga memiliki tanggung jawab dalam optimalisasi penerimaan negara, pengamanan aset, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan bahwa seluruh aset yang digunakan dalam kegiatan hulu migas merupakan BMN yang harus dikelola secara tertib, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan perundang-undangan.
 
“Di tengah meningkatnya kebutuhan pemanfaatan aset negara untuk kepentingan publik dan pengembangan ekonomi daerah, kita dihadapkan pada tantangan untuk memastikan setiap pemanfaatan tetap berada dalam koridor hukum serta tidak mengganggu keselamatan dan keberlangsungan operasi hulu migas,” katanya.
 
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama, mengingat banyak fasilitas migas yang berada dekat dengan permukiman warga. “Kondisi ini menuntut pengelolaan yang semakin cermat, pengawasan yang ketat, serta komunikasi yang terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan guna meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan bersama,” tambahnya.
 
Menurutnya, forum SELARAS MIGAS memiliki peran strategis dalam menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor. “Kolaborasi yang solid menjadi kunci agar pengelolaan BMN dan operasional migas dapat berjalan secara aman, tertib, dan sesuai ketentuan hukum. Keselarasan pemahaman akan menjadi kekuatan dalam menjaga keberlanjutan energi nasional,” tegasnya.
 
 
 
Penulis: Ist
Editor: Raden Denni