Jumat, 8 Mei 2026

Wali Kota Jambi Apresiasi Forum SELARAS MIGAS

Kamis, 07 Mei 2026 - 14:42:02

 

Batangharinews.com - Wali Kota Jambi, Maulana turut mengapresiasi penyelenggaraan forum SELARAS MIGAS sebagai momentum penting dalam memperkuat sinergi pemanfaatan aset negara untuk kepentingan publik. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan SELARAS MIGAS ini. Pembahasan terkait Barang Milik Negara yang dikelola oleh Pertamina harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.
 
Ia menilai forum ini menjadi ruang strategis karena menghadirkan seluruh pemangku kepentingan dalam satu wadah koordinasi.
“Momentum ini sangat baik karena seluruh stakeholder hadir. Ini menjadi kesempatan untuk menyatukan persepsi dan mempercepat langkah bersama,” katanya.
 
Lebih lanjut, Wali Kota juga menyoroti kontribusi Pertamina melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dinilai telah dirasakan langsung oleh masyarakat. "Kami mengapresiasi berbagai program Pertamina, termasuk dukungan melalui CSR dan program gasifikasi seperti jaringan gas ke rumah-rumah warga. Ini penting untuk mendorong masyarakat mendapatkan akses energi yang lebih murah dan berkelanjutan,” jelasnya.
 
Ia berharap adanya percepatan implementasi program energi alternatif guna mengurangi ketergantungan terhadap LPG subsidi.
 
Selain itu, Wali Kota juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan tumpang tindih lahan yang berkaitan dengan aset dan operasional migas melalui koordinasi lintas sektor. “Kami akan mendorong pertemuan lanjutan dengan seluruh pihak terkait, mulai dari instansi pengelola aset negara, aparat penegak hukum, hingga Pertamina, untuk merumuskan langkah konkret. Ini penting agar tidak terjadi dinamika yang berpotensi menimbulkan risiko di masyarakat,” tegasnya.
 
Menurutnya, kolaborasi yang terbangun dalam forum ini harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata yang terukur. “Sinergi ini harus kita jaga dan tindak lanjuti bersama, agar pemanfaatan aset negara benar-benar memberikan manfaat optimal tanpa menimbulkan dampak yang tidak diinginkan,” tutupnya.
 
*Perkuat Koordinasi dan Kepastian Regulasi*
 
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safe'i Syafri menegaskan bahwa forum SELARAS MIGAS menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman bersama terkait pemanfaatan BMN di lingkungan hulu migas. Dengan mengusung tema pemanfaatan aset negara secara tertib, aman, dan sesuai regulasi, kegiatan ini dinilai strategis dalam menjawab tantangan di lapangan. Khususnya meningkatnya kebutuhan pemanfaatan aset untuk kepentingan publik tanpa mengabaikan aspek hukum dan keberlangsungan operasi migas.
 
Dalam praktiknya, SKK Migas menjelaskan bahwa seluruh aset yang digunakan dalam kegiatan hulu migas merupakan BMN yang pengelolaannya harus melalui proses evaluasi ketat dan koordinasi lintas kementerian. Hal ini penting untuk memastikan tidak terjadi konflik hukum maupun sosial, seperti tumpang tindih kepemilikan lahan atau penggunaan aset yang masih direncanakan untuk kegiatan eksplorasi dan produksi. Oleh karena itu, setiap permohonan pemanfaatan aset negara tidak dapat diputuskan secara instan, melainkan harus melalui kajian menyeluruh agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.
 
Melalui forum ini, SKK Migas menekankan pentingnya duduk bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi terbaik atas berbagai dinamika di lapangan. Kolaborasi yang kuat dinilai menjadi kunci agar pemanfaatan BMN dapat berjalan selaras dengan kepentingan publik sekaligus mendukung target peningkatan produksi migas nasional.
 
“Pada prinsipnya, seluruh upaya ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat dan negara, namun tetap harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
 
Melalui SELARAS MIGAS, diharapkan tercipta keselarasan pemahaman dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam pemanfaatan BMN di lingkungan Pertamina. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap pemanfaatan aset negara dilakukan secara tertib, aman, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengganggu keberlanjutan operasi hulu migas. (*)
 
 
Penulis: Ist
Editor: Raden Denni